h1

Deja Vu

October 27, 2009

deja-vu-brainKetika Anda diperkenalkan dengan seseorang, pernahkah terbersit dalam hati, “RAsanya saya pernah ketemu orang ini. Dimana, ya?” Padahal, Anda belum pernah bertemu sama sekali sebelumnya. Kejadian seperti itu sering disebut dengan “Deja Vu”, yang diambil dari istilah bahasa Prancis yang berarti : “pernah melihat sebelumnya”. Deja Vu adalah suatu perasaan aneh ketika seseorang merasa pernah berada dalam suatu perisriwa sebelumnya, padahal belum.Konon, orang yang yang sering mengalami hal itu memiliki bakat spiritual yang tinggi.

Para skeptis menanggap itu hanya sensasi. Namun, banyak yang percaya hal itu memang nyata. Para penganut reinkarnasi yakin bahwa peristiwa yang dirasakan berlangsung pada kehidupan silam. Bagaimana halnya dengan orang Islam? Surat Al-Hadid ayat 22 yang berbunyi : “Tidak suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan di dirimu, kecuali sudah ada dalam kitab sebelum Kami menjadikannya.” adalah suatu isyarat yang berhubungan dengan fenomena ini, bahwa segala sesuatu yang belum terjadi atau akan terjadi, sudah tertulis terlebih dahulu dalam kitab. Tengoklah juga surat Ash-Shaaffaat ayat 96, “Wallahu kholaqokum wama ta’malun.” yang artinya : “Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuatkan.”

Semua peristiwa di bumi dan semua perbuatan kita memang sudah ada sejak awal, lalu akan terjadi satu persatu secara berurutan, danpada waktunya akan terekam dalam syaraf penyimpanan di otak. Mungkin suatu ketika terjadi short-circuit, atau korsletdi otak seseorang yang berupa lonjakan listrik secara kebetulan dan tiba-tiba yang dan akhirnya mebelok ke area di dalam otak yang menyimpan memori masa depan tersebut. Maka seseorang akan sudah pernah mengalami atau melihat sesuatu, padaal yang terjadi ialah ia pernah melihat sesuatu, tetapi di amsa depan. Selama ini hanya dikaitkan dengan masa lalu saja.

Mungkin bagi kita pada umumnya, hal tersebut aneh dan luar biasa, namun sebenarnya tidak juga. Dalam surat Al Fath ayat 27, Allah mebuka peristiwa ketika nantinya Rasulullah saw. memasuki MEkkah dengan aman. Padahla, itu belum terjadi. Lalu surat Ar-Ruum ayat 2-4 yang berisi tentang kemenangan Romawi atas Persia, padahal itu baru etrjadi beberapa tahun setelahnya. Itu contoh penyingkapan terhadap peristiwa yang belum terjadi bagi siapapun yang mebaca Al-Quran. Ternyata, selain kepada para nabi, Allah juga kadang-kadang memberi bocoran masa depan kepada manusia biasa. Masa depan memang ada saat ini, hanya saja kebanyakan manusia tidak bisa melihatnya, kecuali dengan sekilas deja vu yang dailami segelintir orang tadi. Wallahu a’lam……

Sumber : Majalah Percikan Iman, No. 11 Th. VII November 2006/Syawal 1427 H.

Situs : www.percikaniman.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: