h1

Masih penasaran dengan “Tuhan”?

October 3, 2010

Peradaban manusia boleh dibilang sedang berada dalam masa kejayaannya, dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat, sehingga bukan tidak mungkin jika tiap 1 hari ditemukan penemuan baru. Namun bukan sifat manusia jika mereka berhenti bertanya tentang hakikat dari segala sesuatu, termasuk hakikat Tuhan.

pemikiran tentang hakikat Tuhan sudah terjadi sejak manusia mengenal bumi sebagai tempat tinggal mereka, namun sayang…. mereka masih belum beruntung. ada yang berpikir bahwa pemikiran tentang tuhan adalah hal yang bodoh, karena mereka menghendaki sesuatu yang dapat dibuktikan dengan pancaindera saja. sebagian yang lain percaya dengan dalil agama yang termuat dalam alkitab mereka. namun ada juga yang lebih memilih untuk bersifat objektif, dengan menaruh diri mereka pada dua pilihan untuk percaya atau tidak. nah, barulah sekarang bagian mereka untuk menemukan cara bagaimana memilih pilihan yang tepat, dan itu hanya bisa mereka lakukan dengan membuktikan kebenaran tuhan itu sendiri. bagaimana caranya? mereka lari kepada apa yang kita sebut sains.

sejauh ini, sains telah membuktikan satu teori tentang tuhan, yaitu bahwa tuhan itu ada. hal ini terjadi ketika penemuan tentang teori big bang, yang menjadi teori penciptaan alam semesta muncul. teori itu menyebutkan bahwa alam semesta ini dulunya bersatu sebagai satu bola gas yang amat padat, yang kemudian mengalami ledakan maha dahsyat yang akhirnya menciptakan proses penyusunan atom-atom kembali menjadi unsur-unsur yang terpisah yang menyusun bintang, planet, dan benda-benda langit lainnya seperti yang sekarang kita lihat ini. teori itu mematahkan teori sebelumnya yang menyebutkan bahwa alam semesta ini statis, sudah seperti ini saja sejak dulu, dan tak pernah beruba, dan teori tersebut digunakan sebagai dalil untuk menolak keberadaan tuhan sebagai sang pencipta. tapi, sejak teori ‘alam-semesta-statis’ itu dipatahkan oleh teori big bang, maka teori tantang ketidakberadaan tuhan pun musnah, dan akhirnya semuanya setuju bahwa penciptaan itu memang ada, dan karenanya, tuhan pun pasti ada.

ternyata, tak sampai disana rasa penasaran manusia terpuaskan. setelah menyadari bahwa tuhan itu ada, mereka ingin bukti yang otentik mengenai wujud dari tuhan itu sendiri. waw…… itu memang rasa penasaran yang sangat beralasan. siapa yang tidak ingin melihat sang maha pencipta, penguasa seluruh alam itu? tapi tunggu dulu… hati-hati dengan keteledoran kita dalam membayangkan seperti apa sosok tuhan yang sebenarnya. apakah dia itu berupa semacam zat, hukum alam, atau bahkan energi? apakah dia itu hidup, tinggal dimana, di langitkah, di dimensi lainkah, atau dimana? pertanyaan-2 itu mungkin menarik bagi beberapa atau kumpulan ilmuwan untuk dipecahkan dengan sains, tapi menurutku, pertanyaan itu cukup bisa dijawab dengan logika kita sendiri, tanpa menyalahi dalil dari agama ataupun sains, jika tujuan dari pertanyaan itu ujung-ujungnya adalah membuktikan keberadaan tuhan itu. mari bahas satu persatu pertanyaan tersebut.

pertama, apa wujud tuhan? mungkin ada yang berpikir wujud tuhan itu terdiri dari zat2 tertentu, seperti zat padat, cair, gas, ataupun zat tembus pandang. tapi coba bayangkan lagi, semua zat adalah ciptaanNya, dan tuhan itu jelas berbeda dengan ciptaannya. jadi, tak mungkin wujud tuhan itu berupa zat seperti yang kita kenal ini.

kalau begitu, tuhan itu mungkin adalah sebuah ide, sebuah hukum alam yang mengendalikan alam. bahkan, mungkin tuhan itu sendiri adalah alam……….. masa sijh? memang, beberapa orang yang berpikir objektif mengira bahwa tuhan itu tak berwujud, hanya bersifat, dan sifat2nya itu terdapat di alam sebagai hukum alam yang nyata mengatur kehidupan, seperti hukum siklus kehidupan, lahir dan mati, gravitasi antar benda, dan sebagainya, itu tuhan. ah…. yang bener…? coba ingat lagi, alam itu seperti yang sudah diceritakan dalam teori big bang adalah ciptaan, dan jelas ciptaan tuhan beda dengan tuhannya, jadi itupun salah. sebenarnya tuhan maha kuasa untuk mengubah segala hukum alam di alam nyata ini, bahkan hukum fisika pun dapat Dia rubah. bukan mustahil kalau Dia menghendaki bayangan berada di depan cahaya, maka terjadilah, dan hal tersebut tidak akan membuat kita aneh selama kita hal tersebut adalah hukum fisika yang baku, diciptakan olehNya sejak awal, tapi Dia memutuskan untuk membuat hukum fisika yang lain, yaitu bayangan berada di belakang benda saat benda disentuh cahaya, dan kita melihat hal tersebut sebagai hal yang tak aneh. benar kan? mungkinkah di dimensi alam yang lain, gravitasi arahnya menyamping, dan planet berbentuk kubus? mungkin, jika Tuhan yang mengubah hukum fisikanya.

sekarang, mungkin tuhan itu energi. seperti yang kita tahu, bahwa energi itu kekal, tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. tapi, energi dapat direkayasa dan diubah sesuai keinginan manusia. mungkinkah, manusia yang hakikatnya berada dibawah tuhan dapat mempermainkan tuhan, dan mengubahnya dari bentuk satu ke bentuk yang lain? dan mungkinkah tuhan memberikan manusia pengetahuan untuk dapat merekayasa dirinya sendiri? tidak mungkin. tapi energoi tidak dapat diciptakan, kan? ya. itu menurut pemikiran sains kita saat ini, yang merujuk pada sifat-sifat alam. tapi, energi itu kan ada di alam, dan alam itu diciptakan. segala yang diciptakan muncul dari ketiadaan, karenanya tidak ada alasan khusus kenapa alam semesta ini tak harus sudah tersedia sejak dulu. tuhan bisa memunculkannya dari ketiadaan…. benar-benar dari sesuatu yang sebelumnya tak ada. tak ada elektron, proton, dan elemen2 lainnya. dan hal itu seharusnya bukan jadi bahan untuk pusing, karena tuhan itu kan maha pencipta.

jadi jelaslah bahwa tak ada satupun hal yang dapat dipikirkan manusia yang dapat menjadi kemungkinan wujud tuhan yang sebenarnya.

sekarang, apakah tuhan itu hidup? sekilas kita akan terjebak untuk mengatakan bahwa tuhan itu hidup, padahal….. segala yang hidup itu pasti mati. bisakah tuhan mati? tidak. tapi, dia juga hidup. ya… gimana, ya…? kalau hidup itu diartikan merujuk pada hal-hal berbau biologis, pasti salah jika tuhan itu hidup. karena itu, tuhan hidup bukan dalam arti biologis seperti itu. Dia hidup lewat bukti-bukti otentik dari ciptaanNya, dan hidup sebagai sifat-sifat. seperti yangkita tahu, Dia punya sifat-sifat seperti maha kuasa, maha pencipta, maha adil, dan lain sebagainya. jadi, apa tuhan hidup? yang jelas, tuhan itu ada!!!

dan pertanyaan terakhir, dimana tuhan tinggal? jawaban spekulasi satu, dia tinggal di langit. hm…. bagaimana kalau terjadi hari akhir, semua alam semesta musnah? apa tuhan akan pindah? ntar dulu lah… bandingkan dengan jawaban yang lain. jawaban berikutnya, dia tiinggal di dimensi lain. hm…. mungkin. jawaban ketiga, dia tinggal di mana-mana.  wah… pusing ya? tapi daripada sibuk memikirkan dimana Dia tinggal, saya lebih suka memperhitungkan kata “tinggal” di situ. sepertinya kata tinggal lebih tepat digunakan untuk mahluk, bukan untuk tuhan. tinggal itu, artinya kan dia butuh suatu tempat untuk melaksanakan keperluan sehari-hari. dan tinggal itu terikat oleh ruang dan waktu. sekarang, tuhan adalah pemilik ruang dan waktu. segala yanghidup di dalam ruang dan waktu pasti akan hancur. Dia kuasa untuk mengatur ruang dan waktu dari dalam ataupun dari luar ruangdan waktu itu sendiri, tapi tak perlu harus tinggal untuk mengatur segalanya. masa lalu, masa sekarang, dan masa depan sudah terangkum dalam pikiranNya. jadi, dimana Dia tinggal? Arsy? mungkin tidak tepat dikatakan tinggal, tapi arsy disana lebih merujuk pada tingkatan, dimana Tuhan menunjukkan tuhan itu berada di atas segalanya. tuhan berada dimana-mana, ya! tapi bukan wujudnya, melainkan sifat-sifatnya, yang ia tanamkan pada alam semesta ciptaanNya.

kesimpulannya, kita tak perlu tahu wujud Tuhan, karena hal itu tak mungkin  dijelaskan. kita tak perlu tahu dimana ia tinggal, ataupun apakah dia hidup, karena kita tak tahu hakikat keduanya. apa yang sudah kita miliki, yaitu keimanan dan keyakinan untuk mempercayainya sepenuh hati itulah yang justru penting. tak perlu diragukan lagi, sesungguhnya kitalah bukti yang paling logis dari keberadaannya. KITA!!! karena kita adalah ciptaannya di alam semesta ini yang mampu memunculkan pertnyaan tentang Dia. dan sudahlah, keimanan itu sajalah yang sekarang mesti kita urus. perbanyak kebaikan yang bermnanfaat bagi kehidupan alam semseta ini, seperti apa yang sesungguhnya Tuhan inginkan dari kita.

nah, mungkin agak sedikit panjang lebar. semoga tulisan ini bisa bermanfaat, tapi perlu diingat, bahwa saya bukan ingin sok tahu, karena memang saya juga tak banyak tahu. saya hanya menyampaikan apa yang saya rasa ingin sampaikan.  sekali lagi, saya hanya itu menjadi sebuah jembatan pemikiran kita. tidak ada niat provokasi. kalau ada sesuatu yang salah, tolong dikoreksi saja, dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. terima kasih telah membaca postingan ini

wassalam………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: